Skincare Penyebab DPO❌
Penyembuh✅
Dermatitis perioral adalah ruam jinak yang paling sering terjadi pada wanita muda, berupa papula dan pustula inflamasi kecil atau bercak merah muda bersisik di sekitar mulut. Meskipun daerah perioral adalah area distribusi yang paling umum, penyakit ini juga dapat memengaruhi kulit perioral dan paranasal (lihat Gambar. Dermatitis Perioral). Karena alasan ini, fenomena dermatologis ini sering disebut sebagai dermatitis periorifisial.
Dermatitis perioral merupakan salah satu jenis eksim. Kondisi ini tidak berbahaya dan tidak menular. Dermatitis perioral juga dapat ditangani begitu penyebabnya diketahui. Namun, dermatitis perioral bisa membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh, bahkan bisa juga sering kambuh dengan gejala yang lebih parah.
Penyebab Dermatitis Perioral
Beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini antara lain:
- Penggunaan krim steroid dalam jangka panjang
- Produk skincare atau kosmetik yang tidak cocok
- Pasta gigi yang mengandung fluoride
- Perubahan hormon
- Infeksi bakteri atau jamur
- Penggunaan makeup berlebihan
Terdapat hubungan yang kuat antara dermatitis perioral dan penggunaan kortikosteroid topikal, terutama pada wajah. Awalnya responsif terhadap steroid, kondisi ini sering memburuk setelah penghentian penggunaan, berpotensi menyebabkan penyakit kronis, berulang, atau varian granulomatosa. Pemicu potensial lainnya termasuk kortikosteroid hirup atau nasal, pasta gigi berfluorinasi, permen karet, bahan-bahan gigi, kosmetik, tabir surya, penggunaan masker wajah, dan terapi CPAP yang tidak tepat. Faktor hormonal juga dapat berperan.
Diagnosis dermatitis perioral biasanya bersifat klinis, tetapi biopsi atau pengujian tambahan mungkin diperlukan pada kasus atipikal. Terlepas dari pedoman yang ada, dokter sering salah mendiagnosis dermatitis perioral dan secara tidak tepat meresepkan kortikosteroid topikal, yang memperburuk kondisi seiring waktu. Oleh karena itu, mengenali kekambuhan yang disebabkan oleh steroid sangat penting untuk mengurangi bahaya iatrogenik dan memastikan penanganan yang efektif.
Penggunaan steroid topikal pada wajah dapat memicu dermatitis perioral, oleh karena itu, rekomendasi utama untuk pengobatan adalah penghentian penggunaan steroid oleh pasien. Namun, penghentian kortikosteroid secara tiba-tiba dapat menyebabkan kekambuhan; oleh karena itu, pengurangan dosis secara bertahap mungkin diperlukan
Gejala Dermatitis Perioral
Gejala yang sering muncul meliputi:
- Ruam merah di sekitar mulut
- Bintik kecil seperti jerawat
- Kulit kering dan mengelupas
- Sensasi gatal atau terbakar
- Nyeri ringan
Penderita dermatitis perioral sering mengalami:
- Rasa tidak nyaman seperti perih dan gatal
- Kulit terlihat merah dan tidak merata
- Kurang percaya diri karena tampilan kulit
- Kesulitan menemukan skincare yang cocok
- Kondisi kulit yang mudah kambuh
Cara Mengatasi Dermatitis Perioral
Penanganan yang dapat dilakukan meliputi:
- Menghentikan penggunaan krim steroid (dengan arahan dokter)
- Menghindari produk yang memicu iritasi
- Menggunakan skincare yang lembut dan menenangkan
- Mengonsumsi obat sesuai resep dokter bila diperlukan
- Menjaga kebersihan kulit dengan benar
Pencegahan:
- Gunakan skincare sesuai kebutuhan kulit
- Hindari penggunaan produk berlebihan
- Perhatikan kandungan dalam produk yang digunakan
- Jaga kebersihan wajah secara rutin.
Salah satu pilihan produk yang direkomendasikan adalah PLAN B Calming Series, yang diformulasikan untuk membantu merawat kulit sensitif dan menjaga keseimbangan kulit tanpa bahan yang terlalu keras.
Kandungan & Fungsinya
Ceramide → Memperkuat skin barrier yang rusak
Sodium Hyaluronate → Menghidrasi kulit secara intens
Centella Asiatica → Menenangkan kemerahan & iritasi
Aloe Vera & Green Tea Extract → Anti-inflamasi & antioksidan
Oat Beta Glucan & Allantoin → Mempercepat regenerasi & healing kulit
shop in Tiktok Shop
shop in Tokopedia
shop in Shopee